Penulis dan Ilustrator: Marchella FP
Penerbit: Imprint KPG (Kepustakaan Populer Gramedia)
Tahun terbit: 2018

"Di bumi banyak orang baik, tapi kita masih perlu lebih banyak lagi."

Melalui Instagram, Marchella atau biasa dipanggil "cel" mulai betukar cerita dengan para pengikutnya di Instagram.

Hampir setiap hari Marchella menyempatkan diri untuk bertukar cerita, dan tentunya dengan topik yang beragam.

Buku ketiganya ini memiliki tebal 200 halaman, dan isinya sangat ringan dan mudah untuk diserap oleh para pembacanya.

Ketika saya membaca ini, banyak rasa yang muncul di dada. Sedih, senang, terharu, bahagia, tersindir, dan banyak lagi rasa yang tidak bisa saya gambarkan.


Semua tulisan di buku ini selalu berpusat pada hal-hal yang pribadi. "Tentang memori, gagal, tumbuh, patah, bangun, hilang, menunggu, bertahan, berubah, dan semua ketakutan manusia pada umumnya"

Marchella berhasil menuliskan sebuah pesan untuk kita jadikan pengingat. Dan menyadarkan kita bahwa masa lalu adalah pembelajaran, masa sekarang adalah pembekalan diri, dan masa depan adalah tujuan.

Semua tulisan diiringi dengan ilustrasi yang digambar langsung oleh Marchella, dan membuat tulisannya lebih hidup. Tidak lupa juga, Marchella telah menyiapkan sebuah playlist dibeberapa platform musik untuk mengiringi kita ketika sedang membaca.

"Waktu gak nunggu siapa pun, cuma dua pilihannya...Disampaikan atau diikhlaskan.

"Nanti kita cerita tentang hari ini... Besok kita buat yang lebih baik lagi."

Bekasi, 27 Oktober 2018



Penulis: Rachel Amanda dan Keshia Deisra
Foto: Karina Mecca
Penerbit: Alex Media Komputindo
Tahun terbit: 2017

"Andai kata cerita kita tidak ada di dunia nyata, setidaknya aku telah jatuh cinta pada perandaian tentang kita." Baru saja membuka lembaran-lembaran awal, saya sudah disuguhi dengan kalimat yang membuat hati ini luluh.

Rachel Amanda, mantan aktris dan penyanyi cilik ini mencoba terjun ke dunia tulis bersama kedua sahabatnya, yaitu Keshia Deisra dan Karina Mecca.

Amanda dan Deisra menceritakan semua perandaian tentang kita melalui puisi, sedangkan Karina membantu Amanda dan Deisra untuk menghidupkan puisi mereka dengan foto-fotonya. Melalui foto-fotonya, Karina juga ikut bercerita.

Beberapa puisi mudah dimengerti, beberapa puisi sulit untuk dimengerti. Tapi itu lah puisi, perlu berulang kali dibaca agar tahu maknanya.

Buku ini berisi 53 puisi, 25 dikarang oleh Amanda, 28 sisanya dikarang oleh Deisra. Sedangkan Karina menyumbang 66 foto untuk ikut bercerita. Walaupun isinya yang tidak banyak, tapi buku ini sangat mudah membekas di hati para penikmatnya, dan sangat cocok untuk mereka yang pandai beranda-andai.

"Tapi, Sayang, mimpi punya batas / perjalanan punya akhir / agar yang pergi bisa pamit undur diri / dan yang pulang bisa tertidur seraya larut dalam kenang" (Ephemeral, Deisra)

"Bagaimana jika kau melihatku / sebagai suatu yang kosong? / Sesuatu yang tak membuatmu terlena. / Agar kau bisa mencintaiku tanpa karena." (Tanpa Karena, Amanda)

Bekasi, 19 September 2018


rindu hanya perlu diutarakan

bukan hanya dirasakan

apalagi disembunyikan

bahkan dilupakan

rindu adalah intuisi

dan hanya perlu diikuti

bukannya malah menahan diri

itu hanya membuat frustasi

tak perlu menunggu waktu yang tepat

katakan selagi sempat

jangan sampai terlambat

nanti bakal hilang hasrat

rindu akan tetap menjadi rindu

waktu bukanlah alasan bagimu

itu hanya dalih bagi dirimu yang malu

jangan biarkan dia menunggu

jika kau kehilangan waktu

tolong jangan salahkan dia yang berlalu

tapi salahkan dirimu

yang hanya bisa memendam rindu


Jakarta, 30 Agustus 2018

 


perihal waktu,

jangan membuat seseorang menunggu

dengan kepastian yang tak menentu

karena hanya membuat jenuh.

 

perihal kesempatan,

jangan disia-siakan

apalagi membawa banyak alasan

karena hanya menghilangkan kepercayaan.

 

perihal cinta,

jangan sampai terlena

bisa jadi itu hanya tipu daya

agar waktu terbuang sia.

 

perihal sayang,

tolong jangan mudah menghilang

karena rasa itu bisa terbuang

bersama kepercayaan yang telah hilang.

 

perihal semua,

yakinlah pasti akan bersua

entah dengan status yang sama

atau dengan status yang berbeda.

 

Bekasi, 27 Agustus 2018

 


kami tidak pernah dibayar

kami tidak ingin tenar

kami hanya ingin membakar

membakar semangatmu para pendekar

 

kami tidak akan bosan

untuk meneriakkan nama kalian

dari seluruh penjuru lapangan

demi sebuah kemenangan

 

kami tidak akan jenuh

dan akan terus bersatu

untuk kemenangan yang ditunggu

dan prestasi yang dituju

 

kita berbeda

tapi kita bersama

untuk satu suara

INDONESIA tanah air tercinta

 

menang atau kalah

senang atau susah

tetap satu doa

tetap satu cita

 

Jakarta, 27 Agustus 2018

 


ribuan detik telah terlewati,

dan telah tiba hari yang dinanti,

membuat kita menjadi sendiri.

 

awalnya kita bersama,

dan sekarang kita berpisah,

tapi bukan karna sebuah masalah,

melainkan waktu yang telah mengaturnya.

 

semua tampak terlihat susah,

tetapi kita selalu istiqomah,

dan Allah menjadikan semuanya mudah.

 

banyak gugus yang telah jatuh,

banyak cobaan yang membuat kita runtuh,

tapi kita tetap utuh,

mencoba untuk tetap bersatu.

 

kita pasti akan kehilangan,

yang tersisa hanyalah jejak kenangan,

dan salam perpisahan.

 

kita pasti akan merindu,

tapi ingat selalu,

akan ada taman syurga yang menunggu,

menunggu kita untuk bertemu.

 

Depok, 9 April 2018